Agama adalah sistem yang mengatur tata keimanan (kepercayaan) dan
peribadatan kepada Tuhan yang Maha Kuasa serta tata kaidah yang behubungan
dengan pergaulan manusia serta lingkungannya. Apabila dalam hidup seseorang
tidak ada kata agama dihidupnya, mungkin saja dia sudah bisa menerapkan apa
yang baik bagi dirinya dan sekitarnya. Jadi dia tak perlu repot repot mengikuti
apa yang diperintahkan Tuhan kepadanya.
Di Indonesia tak melarang perbedaan agama yang ada.
Karena Indonesia menggunakan konsep hukum demokrasi. Yang mana memberikan
haknya untuk memilih memeluk agama yang disukainya. Walau tak memungkiri
mayoritas agama di Indonesia adalah Islam. Meskipun begitu, Islam tetap
menghargai apa yang dilakukan umat lain. Karena mereka yakin, agama tidak
mengutus berbuat jahat kepadanya. Apa salahnya menjalin hidup rukun bertetangga
dengan umat kristiani, toh mereka tak mengganggu kita. Dari bingkai kacamata
saya, kehidupan beragama yang ada didesaku cukup baik untuk perbedaan yang
terjadi.
Ketika hari raya Idhul Fitri, para umat muslim saling
membagi ketupat dengan para umat kristiani. Sedangkan umat kristiani, ketika
hari raya Idhul Ad’ha, juga turut menyumbangkan seekor kambing untuk jama’ah
muslim. Apa salahnya hidup berdampingan tanpa merasa ada perbedaan. Toh
disetiap agama pasti mengajarkan kesatuan. Walau berbeda ras, suku, warna
kulit, bahasa, tapi kita adalah saudara. Dimata Tuhan kita sama, yang
membedakan hanya bentuk rasa taatnya kepada Tuhannya.
Dan dengan hal tersebut, benar adanya bahwa negara kita
ini, Indonesia memperbolehkan berbeda agama. Walau kita berbeda agama, akan
tetap satu jua. Karena kita saudara. Jadi buat apa kita mempermasalahkan
keanekaragaman agama yang ada. Toh dengan itu, kita tetap berjabat tangan demi
sebuah tujuan. Yakni membangun Indonesia. Rasa cinta kita terhadap Indonesia
akan merubah semua yang terlihat tidak biasa dimata kita, akan indah dengan
perbedaan perbedaan yang ada.
Bulatkan tekad bersama untuk Indonesia. Melupakan kita
berbeda agama. Toh, baik buruknya suatu agama, hanya diri kita sendiri yang
mengertinya. Tak usah dipaksa untuk sama. Bila ternyata yang sama pun masih
tetap menyekat nyekatkan diri dan berbeda. Sama rasa, dalam suka maupun duka
semuanya hanya demi Indonesia. Coba kembali kau bayangkan indahnya sebuah
kebersamaan. Kau renungkan lagi bahagia bersama saat kau temukan bahagia itu
dalam bersama. Mencintai Indonesia yang sama. Menjadikan negara yang bermakna
dengan suka cita. Karena dalam kebersamaan dalam sebuah pikulan yang sangat berat,
akan terasa ringan walau dalam mengangkat pikulan itu ada beberapa orang yang
berbeda agama, namun mau menjalin tali kebersamaan yang kuat.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar